About

Hello my name is Melina. I just an ordinary girl who want to be more perfect than before. I love dream so much ❤ ❤ ❤

Submit a post

People I Follow

  • Mario Teguh Golden Ways (Kata-kata Motivasi)
  • Beautiful Quote
  • did you know?
  • @akhirulsyah
  • Korean cafe : Learn Hangul
  • Psicologica-Mente Blog
  • Sweet Cupcake ლ(╹◡╹ლ)
  • Instagram Blog
  • Aku, Kamu, dan Sajak-Sajak Patahku
  • Hati Sedalam Samudra
  • My mind
  • - Sang Rembulan -
  • Indonesian Culinary
  • DOKTERFINA
  • Zaenal. A
  • as simple as that
  • KurniawanGunadi
  • Korean Drama Quotes
  • Beauty Case
  • Homeland ♥
  • Huruf, Kata, Kalimat, Simfoni
  • greyminds
  • Kuntawiaji
  • winnie the pooh~
  • {EXO-K} translations
  • Untold Story of MyLife
  • Jingga kala Senja
  • A Room To Read..
  • korean-fashion
  • FARDUUB
  • SEBUAH CATATAN
  • KOMUNITAS TUMBLR JOGJA
  • live positively
  • Mind Trick
  • Manda Mandi
  • Korean Fashion
  • Girls Rooms
  • Ripka Popopo ^^
  • goresan kecil..
  • TalkToMeInKorean
  • in to your world
  • rariroom
  • ISLAM QUOTES
  • Kutipan Cinta
  • Untitled
  • fuckyeah-exo
  • lovelly bedrooms
  • Kata Bijak Motivasi
  • Bayu Fandy
  • korean words.
  • D.A.N.I.S.
  • Primasari Luhkita
  • Untitled
1 day ago | 3 notes

Lelaki Shalih Belum Tentu Menjadi Suami Shalih

Di program acara Islam Corner Radio Madina FM – radio Masjid Agung Jami’ Malang, saya pernah mendapatkan pertanyaan seperti ini:
“Mau tanya, bagaimana menentukan laki-laki yang bisa jadi kepala rumah tangga setelah menikah nanti? Terima kasih.”
Pertanyaan senada, meski agak berbeda, saya terima di ponsel. Bunyinya setelah saya edit format tulisan ala SMS yang banyak singkatannya, “Assalamu’alaikum. Kami mau tanya, sebenarnya aku sudah berkeluarga tapi aku suka atau kagum sama orang yang pintar mengaji, terimakasih.”
Saya sudah kasih jawaban melalui SMS
juga pada si penanya. Kurang lebih,
“Kagumi ilmu, mengaji dan amaliahnya, untuk ditiru. Bukan kagum dalam hal lain untuk tujuan lain.”
Saudari penanya membalas,
“Jujur pernah muncul di hati seandainya aku punya imam seperti itu, yang bisa mendidikku tentang ilmu agama yang lebih dalam. Betapa tenangnya hati
ini.”
Mendapatkan dua pertanyaan dari dua penanya yang berbeda itu, saya punya kesimpulan, seorang wanita pastinya mengharapkan seorang lelaki shalih untuk menjadi suaminya. Hal ini tentu baik. Namun, ketika dia sudah mendapatkan seorang suami, apakah
masih pantas dia membayangkan lelaki lain untuk menjadi suaminya, meski
dengan alasan lelaki lain itu – menurut
pandangan pribadinya – lebih baik dari
suaminya? Kita khawatir perasaan seperti ini akan menjadikan seseorang
tidak mengalah pada takdirnya, setelah sebelumnya dia sudah berikhtiar. Saya ingin menuliskan inti jawaban untuk kedua pertanyaan tersebut di sini, untuk berbagi dengan yang lain.
Semoga bermanfaat.

Nabi Muhammad, dalam hidupnya, juga sering menjadi tukang jodoh. Banyak
riwayat yang menjelaskan hal itu,
misalnya kisah perjodohan Julaibib dan
lainnya. Nah, setelah mengamati apa yang dilakukan Nabi, berikut keterangan-keterangan dalam agama, kita sampai pada satu kesimpulan, ternyata dalam penilaian Nabi, lelaki shalih itu belum tentu menjadi suami shalih. Dengan ujaran lain, tidak semua lelaki baik, dapat menjadi suami yang baik! Suami shalih, maknanya lebih luas dari pada lelaki shalih. Lelaki shalih adalah orang yang selalu melaksanakan
perintah Allah baik lahir maupun batin.
Misalnya, ia selalu berjama’ah di masjid, perilaku dan tutur katanya
islami, meninggalkan hal-hal yang
haram. Namun, dalam memberikan
penilaian tentang siapa lelaki shalih
itu, yang bisa kita lakukan hanya dari sisi lahiriahnya. Secara lahiriah seseorang dapat dinilai sebagai orang beragama. Namun bisa saja dia ternyata tipe orang yang mudah marah, sering menghina dan merendahkan orang, ucapannya pahit, dan sebagainya. Hal ini tentu dapat menganggu ketenangan dan
kebahagiaan rumah tangga. Saya tandaskan pada saudari penanya, seseorang kelihatannya beragama dan berakhlaq baik. Namun ia memiliki beberapa sifat yang tidak cocok bagi Anda. Sebaliknya, justru ia cocok untuk orang lain, bukan untuk Anda. Misalnya, lelaki itu bawaannya serius, sangat pendiam, melankonis, sulit tertawa, memiliki pergaulan sosial terbatas. Sedang Anda memiliki karakter sebaliknya: seorang sosialita, aktifis muslimah yang senang bergaul dengan yang lain, suka humor, dan sebagainya.
Saya tidak mengatakan sifat lelaki tersebut jelek. Namun sifat itu bagi
Anda yang memiliki sifat yang saya contohkan tadi, bisa membuat Anda
kurang nyaman dalam mengarungi
rumah tangga. Karena itulah, Nabi mengatakan (yang artinya):
“Jika datang padamulelaki yang kau ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Jika tak kau lakukan, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang panjang.”
(HR Turmudzi dan Ibnu Majah)
Perhatikan, Nabi tidak mengatakan
“Jika datang padamu lelaki beragama dan akhlaknya baik”.
Namun Nabi mengatakan, “Jika datang padamu lelaki yang kau ridhai agama dan
perangainya”. Apa bedanya?
Pernyataan pertama – dan itu tidak diucapkan Nabi – bermakna, orang tua
harus menikahkan anaknya dengan
lelaki shalih, dan bahwa lelaki shalih
itu pasti akan menjadi suami shalih. Namun pernyataan kedua – yang
diucapkan Nabi – memberikan pengertian pada kita bahwa orang tua dalam memilih calon menantu, syaratnya harus ridha terhadap agama dan perangainya, karena
memang tidak semua lelaki shalih, kau
setujui cara beragama dan perangainya. Jadi, ada unsur penilaian manusia di sini. Sedang penilaian manusia itu hanya terbatas pada sesuatu yang lahiriah atau yang tampak.

Kisah Fathimah binti Qays akan menjelaskan hal ini. Suatu saat, ia dilamar dua lelaki. Tak tanggung tanggung, yang melamar beliau adalah dua pembesar sahabat, yaitu Mu’awiyah dan Abu al-Jahm. Setelah dikonsultasikan kepada Rasulullah, apa yang terjadi? Nabi menjelaskan, baik Mu’awiyah maupun Abu al-Jahm, tidak
cocok untuk menjadi suami Fathimah binti Qays. Apa yang kurang dari Mu’awiyah dan Abu al-Jahm? Padahal keduanya adalah lelaki shalih dan memiliki
keyakinan agama yang baik. Namun Nabi tidak menjodohkan Fathimah dengan salah satu dari keduanya, karena Nabi mengetahui karakter Fathimah, juga karakter Mu’awiyah dan Abu al-Jahm.
Lebih lanjut, Nabi menawarkan agar Fathimah menikah dengan Usamah bin Zaid, seorang sahabat yang sebelumnya tidak masuk “nominasi” Fathimah. Setelah Fathimah menikah dengan pilihan Nabi itu, apa yang dikatakannya setelah itu? Fathimah mengatakan, “Allah melimpahkan kebaikan yang banyak pada pernikahan ini dan aku dapat
mengambil manfaat yang baik darinya.”
Jadi, kepala rumah tangga yang ideal bagi Anda dan seluruh wanita muslimah adalah: Pertama, lelaki shalih. Kedua, memiliki perangai yang sesuai dengan karakter Anda, dan ini nisbi atau relatif, yang tidak mungkin bisa dijawab kecuali oleh Anda sendiri.
Keshalihan seorang lelaki memang menjadi syarat bagi wanita yang ingin
menikah. Namun, itu saja tak cukup. Perlu dilihat kemudian munasabah
(kesesuaian gaya hidup, meski tak harus sama), musyakalah (kesesuaian kesenangan, meski tak harus sama),
muwafaqah (kesesuaian tabiat dan kebiasaan). Sekali lagi, aspek kedua ini
sifatnya relatif, tidak bisa dijawab kecuali oleh wanita yang akan menikah
dan keluarganya. Oleh karena itu, kalau ada yang datang melamar, tanyakanlah karakter dan perangainya pada orang-orang yang mengetahuinya, baik dari kalangan keluarga atau teman-temannya. Terakhir, bagi yang belum menikah dan sedang “mencari jodoh”, agama mensyari’atkan adanya musyawarah dan istikharah. Lakukanlah keduanya! Sementara bagi yang sudah menikah, terimalah keberadaan suami Anda apa adanya, karena menikah itu “satu paket”: paket kelebihan dan paket kekurangan dari pasangan. Tinggal
bagaimana Anda menyikapi kelebihan dan kekurangan itu. Orang bijak menyikapi kelebihan dengan syukur, menyikapi kekurangan dengany sabar. Orang bijak itu “pandai mengubah kotoran yang tidak bermanfaat menjadi pupuk yang bermanfaat”.
Sesuatu yang baik dari suami, ajaklah dia untuk makin meningkatkannya.
Sedang yang jelek darinya, bersama
Anda, hilangkan dari lembar kehidupannya. Janganlah memikirkan
lelaki lain. Karena boleh jadi lelaki lain itu dalam pandangan Anda baik,
namun ternyata ia tak baik dan tak cocok untuk menjadi suami Anda.
Boleh jadi Anda melihat sepasang
suami istri yang hidupnya bahagia. Lalu, Anda berkhayal seandainya lelaki itu yang menjadi suami Anda, pasti
hidup Anda akan bahagia. Wah, itu belum tentu. Karena ternyata, bisa jadi lelaki itu memang cocok untuk perempuan yang sekarang menjadi istrinya, namun tidak sesuai bila menjadi suami Anda.
Satu yang pasti, percayalah bahwa pasangan hidup Anda adalah manusia
terbaik yang diberikan Allah untuk Anda!

Via : Muslimedianews.com

1 day ago | 30 notes

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan.
Ia adalah keberanian, atau pengorbanan. Ia mengambil kesempatan, itulah keberanian.
Atau mempersilakan, yang ini pengorbanan.

- Ali bin abi tholib
2 weeks ago | 9 notes

Thought via Path

akhirulsyah:

dengan berinfaq kita membebaskan diri dari kecintaan yang absurd terhadap uang, memerdekakan diri dari menghamba materi..

(Arief Munandar) – Read on Path.

Via @akhirulsyah
2 weeks ago | 1,036 notes

Jika seseorang telah menunjukkan sisi terlemahnya padamu, maka yakinlah, ia telah percaya sepenuhnya padamu. Sebaliknya, jika ia hanya menunjukkan sisi terbaiknya saja, maka jangan berharap apapun.

-

Ardhani Reswari

(via kurniawangunadi)

apiiiiiiik

Via KurniawanGunadi
2 weeks ago | 71 notes
nbilmi:

Siapa saja penulis blog ini. Aku ingin berbagi kesedihan yang sama. Untuk saudaraku, tetaplah berjuang di jalan Allah. Aku senantiasa mendoakanmu.

nbilmi:

Siapa saja penulis blog ini. Aku ingin berbagi kesedihan yang sama. Untuk saudaraku, tetaplah berjuang di jalan Allah. Aku senantiasa mendoakanmu.

Via Beauty Case
2 weeks ago | 566 notes

asepmaulanaismail:

Sebuah perenungan… 10 Ramadhan…

Maka hari ini, jika puasa terasa melemahkan, jika tarawih melelahkan, jika tilawah memayahkan, mari menatap sejenak ke arah Mesir dan Suriah.

Sebab mereka nan mewakili kita di garis depan iman, dibakar musim panas, direpotkan hajat, dicekam ancaman, disuguhi besi dan api, tapi teguh.

Mereka nan darahnya mengalir dengan tulang pecah, tapi tak hendak membatalkan shaum sebab ingin syahid berjumpa Rabbnya dalam keadaan puasa.

Mereka gadis-gadis belia yang menulis nama di tangannya, agar jika syahadah menjemput dan jasad remuk tiada yang susah bertanya siapa namanya.

Hari ini ketika kolak dan sop buah tak memuaskan ifthar kita, tataplah sejenak ke negeri yang kucing pun jadi halal karena tiadanya makanan.

Hari ini sungguh kita ditampar Allah dengan Mesir, dengan kepahlawanan mereka nan lebih suka bertemu Allah daripada hidup membenarkan tiran.

Hari ini sungguh kita ditampar Allah dengan Suriah, ketika kisah Ibu yang memasak batu dan menidurkan anaknya dalam hujan peluru adalah fakta.

Sebab mungkin 60 tahun penjajahan kiblat pertama, masjid suci ketiga, dan penzhaliman atas ahlinya belum utuh mencemburukan hati imani kita.

Hari ini kami minta izin pada Shalih(in+at) tuk memohon, bagian dari kepedulian itu

- Salim A. Fillah

Via Huruf, Kata, Kalimat, Simfoni
3 weeks ago | 357 notes

Tulisan : Merindukan Matahari Malam-malam

Jangan mengharapkan sesuatu yang memang bukan pada tempatnya. Jangan mengharapkan sesuatu yang pasti mustahil.

Kita tidak perlu berharap bisa kembali ke masa lalu dan memperbaiki segala kesalahan kita di sana. Kita tidak perlu berharap memiliki orang tua yang bijaksana dan harmonis bila…

Via KurniawanGunadi
3 weeks ago | 462 notes

SPN : Menikahi Potensi

Diskusi mencerahkan beberapa waktu yang lalu tentang bahasan paling populer sepanjang masa (baca:menikah) telah memberikan satu titik cerah untuk melihat seseorang yang akan kita tuju sebagai pasangan hidup. Dari sini, aku mendapat satu perspektif baru dalam memandang manusia. Manusia yang kita…

Via KurniawanGunadi
3 weeks ago | 76 notes

Air laut terasa nyaman di kaki, kecuali jika ada luka: terasa perih. Obati lukanya, jangan salahkan air lautnya.

- Pak Anies Baswedan :)

(Source: isnidalimunthe)

Via Beauty Case
3 weeks ago | 18 notes

Jika bertemu dengan seseorang yang sekesal apa pun sulit sekali membuatmu marah, menjaganya untuk tidak pernah pergi, adalah bayaran terendah.

- (via kotak-nasi)
Via Beauty Case
3 weeks ago | 113 notes

Jatuh cintalah pada seseorang yang tidak banyak berkata cinta tapi mampu membuatmu jatuh cinta. Seseorang yang mampu membuatmu lupa bahwa cinta juga tentang ratap dan nestapa.

- (via kotak-nasi)
Via Beauty Case
1 month ago | 541 notes

Tulisan : Harga Sebuah Komitmen

"Mereka yang tidak berani berkomitmen adalah mereka yang sedang berencana meninggalkanmu sewaktu-waktu"

Cinta tidak akan cukup menjadi dasar untuk dua orang membangun sebuah kebersamaan. Cinta bisa hilang ditengah perjalanan, bisa hilang dimakan usia, berubah-ubah seiring waktu, seiring…

Via KurniawanGunadi
1 month ago | 508 notes

Tulisan : Sepuluh Tahun Lagi

Bagaimana bila kita berbicara tentang 10 tahun dari hari ini. Di hari itu usia kita mungkin sekitar 30 tahun. Kurang lebih dari itu. Hari itu, pertanyaan-pertanyaan kita tentang hari ini akan terjawab. Banyak sekali yang akan terjawab.

Siapa pasangan hidup kita. Apakah anak-anak kita laki-laki…

Via KurniawanGunadi